|
Written by Herniwati Halim
|
|
Thursday, 05 February 2009 23:18 |
Senior fellowship merupakan suatu persekutuan yang disesuaikan dengan kondisi lansia, lebih mengarah kepada sharing (kesaksian/berbagi pengalaman hidup), kekeluargaan/saling memperhatikan, kesatuan/kesehatian didalam doa, lebih dimotivasi kepada pengenalan secara pribadi kepada Kristus sehingga dapat menjalani hari-harinya dengan penuh sukacita serta dapat tetap menjadi alat Tuhan menjadi pembawa Kabar Baik dan berfungsi talenta/karunianya diusia mereka yang telah lanjut. KEGIATAN PERSUKUTUANNYA:
Diadakan setiap hari Rabu, jam 11.00 s/d 12.03 dilanjutkan dengan makan siang bersama. Bentuk kegiatan: • Pujian penyembahan • Kesaksian/persembahan spesial • Sharing/Renungan Firman Tuhan (minimal 15 menit & maksimal 30 menit), dengan pertimbangan keadaan fisik lansia/konsentrasi/daya tangkap maka sharing/renungan akan singkat, padat dan tepat pada tujuan/sasaran yang hendak diberitakan atau dibagikan. • Ditutup dengan kegiatan Doa. • Makan siang bersama. SUASANA KEGIATAN:
• Menciptakan atmosfir kasih (kekeluargaan didalam Kristus, kesehatian/kesatuan, sukacita, saling mensupport satu sama lain). LANDASAN FIRMAN: 1. Ulangan 10:17-18a “Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap; yang membela hak anak yatim dan janda ...” 2. 1 Timotius 5:3a “Hormatilah janda-janda ... “ 3. Yakobus 1:27 “Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka ...” VISI:
1. Mempunyai pengenalan yang sungguh-sungguh terhadap Yesus Kristus. Sehingga menerima keadaan dirinya dengan baik dan tidak merasa takut dalam menghadapi panggilan Allah Bapa – Mazmur 116:15. 2. Menjadi seperti SIMEON & HANA (Lukas 2:25-38), yang memberikan sebuah teladan yang baik dalam berkomunikasi dengan Tuhan melalui DOA (Ketekunan dan Iman) meskipun usia mereka telah lanjut tetapi dengan setia bertekun dalam doa dan puasa tanpa memandang kelemahan tubuh mereka. 3. Dapat tetap menjadi alat Tuhan menjadi pembawa Kabar Baik dan berfungsi talenta/karunianya diusia yang telah lanjut.
|
|
Last Updated on Sunday, 22 February 2009 20:13 |